Sabtu, 29 Mei 2010

APAKAH PENYEBAB AUTISMA INFANTIL?

Berbagai penyeledikan telah dilakukan untuk mencari penyebabnya, namun sampai sekarang tak ada jawaban yang benar-benar memuaskan. Autis autopsi yang pernah dilakukan pada anak-anak autis menunjukkan gambaran sel otak mereka seperti anak dengan retardasi mental. Sulit diterangkan mengapa pada yang satu timbul gambaran klinis retardasi mental, sedangkan pada yang lain timbul gambaran klinis dari autisma. Demikian juga secara genetika tidak ditemukan adanya kelainan yang khas.
Beberapa ibu yang menderita campak waktu hamil melahirkan anak autis, namun hal ini tidak selalu terjadi. Ibu sehatpun terenyata dapat melahirkan anak autis beberapa penyakit pada bayi menyebabkan kerusakan otak seperti radang otak atau selaput otak kadang kadang menimbulkan gejala autisma pada setelah sembuh, namun lebih sering menimbulkan gejala retardasi mental.
Dahulu dianggap bahwa faktor hubungan inter personal dalam keluarga merupakan salah satu penyebab dari gangguan ini. Diperkirakan, sifat ibu yang tidak hangat dan tidak dapat mncintai anaknya menyebabkan kegagalan sianak untuk membina hubungan inter personal. Namun teori inipun dibantah, karena ternyata banyak ibu yang bersifat hangat dan menyayangi anaknya melahirkan anak dengan gejala autism infantile ini.
Gangguan ini sebenarnya sangat jarang, hanya ditemukan 2 – 4 kasus diantara 10.000 anak. Nampaknya hal ini lebih banyak ditemukan pada kalangan sosio-ekonomi tinggi, alasannya tidak jelas. Gejala autisma lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki dripada anak wanita dengan perbandingan 3 : 1 Secara medis tidak ada obat untuk mengobati autism. Kebanyakan dari anak autis akan tetap menunjukkan adanya kelainan seumur hidupnya dengan gradasi yang berbeda-beda. Namun dengan intervensi dini dan program edukasi yang direncanakan secara rinci kelainan yang berat dicoba diminimalkan, sehingga kualitas hidup mereka –bukan saja untuk anak auits akan tetapi juga untuk keluarganuya - dapat diperbaiki.

(buku : Kumpulan Artikel Psikologi anak 1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar