Sabtu, 29 Mei 2010

Bintang

“Bintangpun kini terdiam,,,”
“Tak mampu memancarkan sinarnya,,,”
“Bulanpun kini meredup,,,”
“Enggan memantulkan cahaya dari sang bintang,,,”
“bulanpun curiga,,,”
“Mengapa sang bintang diam,,,”
“Bulanpun tak mampu bersinar,,,”
“Namun bintang tetap tak mau berbagi cahaya,,,”
“Bulanpun meredup,,,”
“Terus meredup sehingga bumi gelap gulita karenanya”
“Matahari gelisah,,, namun gembira,,,”
“Mulai mendekati sang bumi dengan kelihatan apinya,,”
“Bulanpun tersadar,,, Namun tak mampu berkata,,,”
“Hanya bisa melirik sedih kearah Bintang,,”
“tetapi bintang tetap diam seribu bahasa,,,”
“Bulanpun pasrah jika api merambat kearahnya,,”
“Bintang yang tersadar berusaha menangis,,,”
“Api matahari dengan pancaran sinarnya,,,”
“Sinar yang pernah ia berjuta-juta tahun lamanya,,,”
“Bulanpun tersenyum melihat keindahan pancaran sang bintang,,,”
“Sang bintangpun menang dengan sinarnya,,,”
“Lalu membungkuk meminta maaf kepada sang bulan dengan menyinari cahaya paling indah,,”
“Cahaya itu berisikan Cinta Abadi,,,”
“Namun bulan berusaha merenggut,,,”
“walau sang bintang telah berusaha meneranginya,,, sang bulan tetap terlihat lesu,,”
“Ada apa dengan sang bulan??”
“Apakah ia marah,, namun hingga saat ini bintang tak pernah mengerti,,,”
“yang ia tahu,,, sang bulan hanya sering memperhatikan bintang lainnya,,,”
“Seakan ingin mendekat namun enggan menjauh dari sang Bintang,,,”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar